REFLEKSI TAYANGAN “KELAS INTERNASIONAL” NET. TV: STIGMATISASI TERHADAP PEMELAJAR BIPA
Keywords:
BIPA, framing, identitas, sitkom, stigmaAbstract
Tulisan ini secara khusus membahas serial televisi sitkom (situasi komedi) Kelas Internasional melalui perspektif framing media Gamson dan Modigliani untuk mengeksplorasi konstruksi pembingkaian terhadap pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) sebagai tokoh di dalamnya. Serial televisi sitkom keluaran NET. ini populer di tahun 2015—2017 karena menawarkan ide cerita tentang orang asing dari berbagai negara yang mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Ide cerita tersebut berhasil dikemas beriringan dengan dinamika sosial modern, salah satunya popularitas budaya Korea. Namun, melalui telaah elemen perangkat pembingkaian, seperti metaphors, catchphrase, exemplar, depiction, dan visual images serta perangkat penalaran, yaitu roots, appeals to principle, dan consequences, didapat bahwa penyajian cerita tersebut secara tidak langsung membentuk narasi stigma, baik positif maupun negatif, terhadap tokoh-tokoh tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa tayangan sitkom Kelas Internasional membingkai (1) isu identitas rasial yang dikonstruksikan melalui tokoh Abbas (Nigeria), Lee Yeong Joo (Korea Selatan), dan Lingling (Cina) dan (2) politik produk buatan Cina yang dikonstruksikan melalui tokoh Lingling (Cina). Hal yang semula bertujuan untuk mengisi ruang komedi, tetapi justru menciptakan ruang baru yang memungkinkan adanya pembentukan opini penonton terhadap kepribadian orang asing di dunia nyata. Studi ini menjadi refleksi bagi para pengajar BIPA agar mampu menghadirkan pemikiran yang netral dan objektif kepada masing-masing pemelajar serta menghindari stigmasisasi berdasarkan hal-hal di luar kemampuan akademik (tampilan fisik, suku, ras, agama, dsb.) yang dilekatkan pada mereka.