MUNGGAHAN & NYADRAN: TRADISI MASYARAKAT SUNDA & JAWA SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
Keywords:
BIPA, munggahan, nyadran, semiotika Roland Barthes, tradisiAbstract
BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) merupakan program yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini bertujuan untuk menginternasionalisasikan bahasa Indonesia. Penelitian ini memfokuskan perancangan materi ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing melalui perbandingan tradisi lisan antara munggahan dan nyadran yang ada di suku Sunda dan Jawa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tradisi munggahan dan nyadran yang dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua tradisi tersebut sangat cocok untuk diimplementasikan ke dalam pembelajaran BIPA karena sifatnya yang fleksibel dan eksklusif. Tradisi munggahan dan nyadran memiliki persamaan dan perbedaan yang bisa dibandingkan dan dimaknai dengan semiotika Roland Barthes. Hasil analisis semiotika tersebut bisa diimplementasikan ke dalam pembelajaran BIPA baik aspek menyimak, berbicara, membaca, menulis, kosa kata, maupun wawasan keindonesiaan.