BATIK KOMAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN COVERT CULTURE PEMELAJAR BIPA
Keywords:
Batik Komar, covert culture, pemelajar BIPAAbstract
Program BIPA mengalami peningkatan tiap tahunnya dari tahun 2023 ada 20.000 WNA dan 183.000 pemelajar BIPA tahun 2023 menurut kemendikbudristek tahun 2024. Pembelajar BIPA tidak hanya mengajarkan bahasa Indonesia saja tetapi juga mengajarkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat Indonesia agar bisa memahami konsep budaya setempat secara holistik. Hal tersebut didukung dengan karateristik Pemelajar BIPA yang pada umumnya orang dewasa yang cara belajarnya berfokus pada pokok permasalahan dan lebih mengandalkan pengalaman untuk dijadikan sumber pembelajaran yang menginginkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Salah satu bahan ajar BIPA yang sering dijumpai sendiri adalah kegiatan membatik di daerah masing-masing. Kegitan membatik sendiri sudah menjadi contoh nyata akan tiga perwujudan kebudayaan yaitu dalam bentuk ide, aktifitas dan artefaknya yang menjadi representasi salah satu kebudayaan Indonesia berdasarkan daerahnya masing-masing. Membatik sendiri tidak hanya mengacu kepada proses dan pembuatannya tetapi juga memiliki nilai filosofis salah satunya contohnya adalah batik khas Bandung yaitu Batik Komar yang memiliki motif tradisional yang digabungkan dengan pola modern. Melalui penelitian hereudistic dari multidisipliner membantu menjelaskan kegiatan membatik belajar covert culture yang dibawa melalui kegiatan membatik tersebut yang dapat dipelajari oleh pemelajar BIPA di bandung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur yang dianalisis menggunakan pemetaan korelasi teori budaya dengan teori batik dari segi bentuk, motif batik tradisional dan modern dengan karakeristik pemelajar BIPA dan bagaimana pemelajar BIPA dapat mengembangkan bahasa mereka dalam kegiatan membatik ini.